Skripsi
Judul : UPAYA MENINGKATKAN KINERJA MELALUI
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN JABATAN BAGI PEGAWAI NEGERI SIPIL PEMERINTAH KOTA
SEMARANG
Identitas
Politik :
Nama :Fitria Yogyasari
NPM :3354304044
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS
NEGERI SEMARANG
2007
I.
ABSTRAK
A. Kesimpulan
Berdasarkan
penelitian yang telah dilakukan oleh penulis mengenai
Upaya
Meningkatkan Kinerja Melalui Pendidikan Dan Pelatihan Jabatan Bagi
Pegawai Negeri
Sipil Pemerintah Kota Semarang, penulis menyimpulkan :
1.
Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan jabatan yang diadakan oleh
Badan
Kepegawaian Daerah Kota Semarang 64,8% cukup baik. Program
pendidikan dan
pelatihan jabatan sudah sesuai dengan kebutuhan. Artinya,
pendidikan dan
pelatihan jabatan yang dilaksanakan sesuai dengan
kebutuhan
terhadap tujuan pendidikan dan pelatihan yang diadakan oleh
Badan
Kepegawaian Daerah tersebut.
2. Upaya dalam
meningkatkan kinerja Pegawai Negeri Sipil Pemerintah
Kota Semarang
yaitu dengan pendidikan dan pelatihan jabatan, dimana
pendidikan dan
pelatihan yang diadakan sangat besar pengaruhnya, karena
dengan
diadakannya pendidikan dan pelatihan jabatan bagi Pegawai
Negeri Sipil
Pemerintah Kota Semarang 68,2% dapat meningkatkan
kinerja pegawai
tersebut. Pendidikan dan pelatihan jabatan yang diadakan
oleh Badan
Kepegawaian Daerah ini sangat membantu pegawai untuk
mencapai kinerja
sesuai dengan apa yang diharapkan. Hal ini dikarenakan
pendidikan dan
pelatihan jabatan tersebut dapat mengembangkan
kemampuan
pegawai. Adanya peningkatan kinerja pegawai setelah
diadakannya
pendidikan dan pelatihan jabatan dapat dinilai dari hasil
pekerjaan
pegawai yang lebih baik.
II.
METODE
PENELITIAN
A. Lokasi
Penelitian
Penulis
melakukan penelitian pada Badan Kepegawaian Daerah Pemerintah Kota Semarang,
Jl. Pemuda No.148 Semarang, Kode pos 50132 Telp. 3513366 Pswt 1333.
B. Sumber Dan
Jenis Data
Menurut Webster’s
New World Dictionary, data adalah things known or assumed, yang
berarti bahwa data itu sesuatu yang diketahui atau dianggap. Diketahui, artinya
sesuatu yang sudah terjadi merupakan fakta (bukti) (Supranto, 2003:15). Selain
itu, data juga dapat memberikan gambaran tentang suatu keadaan atau persoalan.
1. Sumber Data
Sumber data
dalam penelitian adalah subjek dari mana data dapat diperoleh (Arikunto,
1998:114). Agar kegiatan penelitian dapat terlaksana dengan baik dan sesuai
dengan apa yang diharapkan penulis, maka diperlukan data yang bersifat obyektif
dan data harus relevan dengan judul yang diajukan penulis karena data ini
sangat penting. Sumber data yang diperoleh penulis dari Badan Kepegawaian
Daerah Pemerintah Kota Semarang.
2. Jenis Data
a. Data Primer
Data primer
adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya, diamati dan dicatat untuk
pertama kalinya (Marzuki, 2002:55). Data primer yang diperoleh penulis adalah
data mengenai Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil Pemerintah
Kota Semarang. Penulis memperoleh data dari 22 Pegawai Negeri Sipil Badan
Kepegawaian Daerah Kota Semarang.
b. Data Sekunder
Data sekunder
adalah data yang bukan diusahakan sendiri pengumpulannya oleh peneliti
(Marzuki, 2002:56). Data sekunder ini berasal dari tangan kedua, ketiga dan
seterusnya, artinya satu atau lebih pihak yang bukan peneliti sendiri. Data
sekunder ini dapat diperoleh melalui pustaka atau keterangan-keterangan. Data
sekunder yang diperoleh penulis dalam penelitian ini adalah mengenai Sejarah
Badan Kepegawaian Daerah Pemerintah Kota Semarang, Struktur Organisasi serta
Penjabaran Tugas Dan Fungsi Badan Kepegawaian Daerah Pemerintah Kota Semarang.
C. Populasi Dan
Sampel
Populasi
merupakan keseluruhan subyek penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah
Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Kota Semarang yang pernah mengikuti Diklatpim
IV dari tahun 1998 s/d 2004, yang bertugas di
Badan Kepegawaian Daerah dengan jumlah 27 pegawai. Sampel merupakan
bagian dari populasi yang menjadi sumber data dari penelitian. Adapun sampel
dalam penelitian ini adalah 22 Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Kota Semarang.
D. Operasional
Konsep
Dalam Upaya
Meningkatkan Kinerja Melalui Pendidikan Dan Pelatihan Jabatan Bagi Pegawai
Negeri Sipil Pemerintah Kota Semarang, dapat dioperasionalkan sebagai berikut :
1. Upaya
Meningkatkan Kinerja Melalui Pendidikan Dan Pelatihan Jabatan Bagi Pegawai
Negeri Sipil Pemerintah Kota Semarang, meliputi :
a. Pengertian
Pegawai Negeri Sipil.
b. Pengertian
Kinerja.
c.
Prinsip-prinsip Pendidikan Dan Pelatihan, yang meliputi :
1) Pengertian
Pendidikan Dan Pelatihan.
2) Tujuan Dan
Manfaat Pendidikan Dan Pelatihan.
3) Tahap-tahap
Pendidikan Dan Pelatihan.
4) Proses
Pendidikan Dan Pelatihan.
5) Metode
Pendidikan Dan Pelatihan.
6)
Kendala-kendala Pelaksanaan Pendidikan Dan Pelatihan.
7) Evaluasi
Pendidikan Dan Pelatihan.
2.
Kendala-kendala yang dihadapi oleh Badan Kepegawaian Daerah Pemerintah Kota
Semarang, dalam melaksanakan pendidikan dan pelatihan jabatan.
E. Metode
Pengumpulan Data
Dalam penyusunan
Tugas Akhir, penulis melakukan pengumpulan data dengan 3 metode yaitu :
1. Wawancara (interview)
Metode wawancara
(interview) adalah metode pengumpulan data dengan jalan tanya jawab
sepihak yang dikerjakan dengan sistematik dan berlandaskan kepada tujuan
penelitian (Marzuki, 2002 : 62). Pada metode ini penulis mengajukan
pertanyaan-pertanyaan kepada Kasubid. Diklat Antar Lembaga yang berkaitan
langsung dengan pendidikan dan pelatihan jabatan.
2. Kuesioner
Kuesioner adalah
sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari
responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui
(Arikunto, 1998 : 140). Kuesioner yang digunakan oleh penulis dalam memperoleh
data adalah kuesioner dalam bentuk checklist, dimana responden tinggal
membubuhkan tanda check ( ô€€¹ ) pada tempat yang telah
disediakan. Dalam penelitian ini, penulis menyebar 22 kuesioner. Setiap soal
disediakan 4 (empat) jawaban dengan skor masing-masing :
Jawaban A dengan
skor 4
Jawaban B dengan
skor 3
Jawaban C dengan
skor 2
Jawaban D dengan
skor 1
Semakin sesuai
antara jawaban yang diberikan responden dengan jawaban yang diharapkan maka
semakin tinggi skor/bobot yang diperoleh.
3. Metode
Pustaka
Metode pustaka
merupakan metode pengumpulan data dengan mencari informasi melalui buku-buku,
literatur dan lainnya. Metode ini penulis lakukan dengan cara membaca buku yang
berkaitan dengan pengembangan pegawai.
4. Metode
Dokumentasi
Metode
dokumentasi adalah cara pengumpulan data dengan menggunakan dokumen-dokumen
yang berhubungan dengan penelitian tersebut atau mencari data mengenai hal-hal
atau variabel berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah prasasti,
legger, notulen, rapat agenda dan lain sebagainnya (Arikunto, 2002 : 206).
Metode ini penulis gunakan untuk mengumpulkan data yang berkaitan dengan
Pendidikan dan pelatihan jabatan Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Kota Semarang
yang diperoleh dari Kasubid. Diklat Antar Lembaga.
F. Metode
Analisis Data
Dalam penulisan
laporan ini, penulis menggunakan metode analisis deskriptif yaitu mengumpulkan
data yang berisi uraian, paparan tentang suatu obyek sesuai dengan kriteria serta
hal-hal yang diperlukan dalam pendataan dan penyajian. Metode analisis
deskriptif bertujuan mengubah kumpulan data mentah menjadi yang mudah dipahami
dalam bentuk informasi yang lebih ringkas (Istijanto, 2005:90).
Menurut Supranto
(2003:403), metode ini dapat digunakan dengan menggunakan rumus :
Keterangan :
n = skor yang
diperoleh
N = skor ideal
% = prosentase
Menurut Arikunto
(1998:246), data yang sudah sampai ke prosentase lalu ditafsirkan dengan
kalimat-kalimat yang bersifat kualitatif, dimana hasil persentase itu dapat
digolongkan sebagai berikut :
1. 76% - 100%
Baik
2. 56% - 75%
Cukup baik
3. 40% - 55%
Kurang baik
4. <40% Tidak
baik
Penulis
menggunakan metode analisis deskriptif ini dimaksudkan agar memperoleh gambaran
dan data secara sistematis yang berkaitan dengan pendidikan dan pelatihan
jabatan Pegawai Negeri Sipil sehingga penulis dapat mengolah dan menyajikan
data yang sistematis, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
n
% = x 100%
N
III.
Manfaat
Penelitian
1. Manfaat
Praktis
a. Bagi penulis
untuk memperoleh pengalaman dan meningkatkan serta menambah wawasan penulis
dalam ilmu pengetahuan dan pemahaman penulis tentang sumber daya manusia.
b. Sebagai
masukan bagi Badan Kepegawaian Daerah Pemerintah Kota Semarang, tentang
pentingnya pengembangan pegawai untuk meningkatkan kinerja.
c. Bagi lembaga
akademik diharapkan dapat memberikan masukan dalam pengembangan ilmu manajemen
serta sebagai dasar untuk penelitian yang relevan selanjutnya.
2. Manfaat
Teoritis
a. Sebagai bahan
pembanding antara teori yang didapat di bangku kuliah dengan fakta yang ada di
lapangan.
b. Tugas akhir
ini dapat digunakan sebagai bahan acuan dibidang penelitian yang sejenis dan
sebagai pengembangan lebih lanjut.
IV.
Hasil Penelitian
1. Gambaran Umum
Badan Kepegawaian Daerah Pemerintah Kota Semarang
a. Sejarah
Singkat Badan Kepegawaian Daerah Kota Semarang Badan Kepegawaian Daerah Kota
Semarang dahulu merupakan salah satu bagian dari sekretariat wilayah Daerah
Tingkat II Kotamadya Semarang. Berdasarkan pada peraturan daerah kotamadya,
Daerah Tingkat II Semarang No.7 Tahun 1992 tentang Susunan Organisasi dan Tata
Kerja sekretariat wilayah atau daerah dan sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat
Daerah Tingkat II Semarang, yang terdiri dari :
1) Kepala Bagian
Kepegawaian
a) kasubag umum.
b) kasubag
mutasi.
c) kasubag
pengembangan karier.
d) kasubag
diklat.
Setelah pada
tahun 2001 baru dibentuk Badan Kepegawaian Daerah dengan berdasarkan pada
Peraturan Daerah Semarang No.3 Tahun 2001 tentang Pembentukan Organisasi dan
Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Kota Semarang, dengan susunan sebagai berikut
:
37
1) Kepala Badan
2) Sekretariat,
terdiri dari :
a) Sub Bagian
Perencanaan dan Evaluasi.
b) Sub Bagian
Umum.
c) Sub Bagian
Keuangan.
3) Bidang Administrasi
Kepegawaian, terdiri dari :
a) Sub Bidang
Formasi Kepegawaian.
b) Sub Bidang
Seleksi dan Pengangkatan.
c) Sub Bidang
Manajemen dan Informasi.
4) Bidang
Pengembangan Pegawai, terdiri dari :
a) Sub Bidang
Penempatan.
b) Sub Bidang
Kepangkatan.
c) Sub Bidang
Pembinaan Karier.
d) Sub Bidang
Mutasi Jabatan.
5) Bidang
Kesejahteraan Pegawai, terdiri dari :
a) Sub Bidang
Jasmani, Rohani dan Kesehatan.
b) Sub Bidang
Penghargaan.
c) Sub Bidang
Peningkatan Kesejahteraan.
6) Bidang
Diklat, terdiri dari :
a) Sub Bidang
Pra Jabatan.
b) Sub Bidang
Diklat dalam Jabatan.
c) Sub Bidang antar
Lembaga.
7) Bidang
Pemberhentian, terdiri dari :
a) Sub Bidang
Disiplin.
b) Sub Bidang
Pemberhentian.
c) Sub Bidang
Pensiun.
8) Kelompok
Jabatan Fungsional.
b. Struktur
Organisasi Badan Kepegawaian Daerah Kota Semarang
Struktur
Organisasi Badan Kepegawaian Daerah Kota Semarang berdasarkan atas Peraturan
Daerah Kota Semarang Nomor 3 Tahun 2001 Tentang Pembentukan Organisasi dan Tata
Kerja Lembaga Teknis Daerah Kota Semarang terdiri dari :
1) Kepala Badan
2) Sekretariat,
terdiri dari :
a) Sub Bagian
Perencanaan dan Evaluasi.
b) Sub Bagian
Umum.
c) Sub Bagian
Keuangan.
3) Bidang
Administrasi Kepegawaian, terdiri dari :
a) Sub Bidang
Formasi Kepegawaian.
b) Sub Bidang
Seleksi dan Pengangkatan.
c) Sub Bidang
Manajemen dan Informasi.
4) Bidang
Pengembangan Pegawai, terdiri dari :
a) Sub Bidang
Penempatan.
b) Sub Bidang
Kepangkatan.
c) Sub Bidang
Pembinaan Karier.
d) Sub Bidang
Mutasi Jabatan.
5) Bidang
Kesejahteraan Pegawai, terdiri dari :
a) Sub Bidang
Jasmani, Rohani dan Kesehatan.
b) Sub Bidang
Penghargaan.
c) Sub Bidang
Peningkatan Kesejahteraan.
6) Bidang
Diklat, terdiri dari :
a) Sub Bidang
Pra Jabatan.
b) Sub Bidang
Diklat dalam Jabatan.
c) Sub Bidang
antar Lembaga.
7) Bidang
Pemberhentian, terdiri dari :
a) Sub Bidang
Disiplin.
b) Sub Bidang
Pemberhentian.
c) Sub Bidang
Pensiun.
8) Kelompok
Jabatan Fungsional.
(Struktur
organisasi BKD terlampir).
Berikut
keterangan struktur Badan Kepegawaian Daerah Kota Semarang :
1) Kepala Badan
Kepala badan
mempunyai tugas memimpin, mengkoordinasikan, mengawasi, dan mengendalikan
pelaksanaan tugas dan fungsi Badan Kepegawaian Daerah.
2) Sekretariat
Sekretariat
mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program kerja, pengawasan, pengelolaan,
ketatausahaan, administrasi, kepegawaian, perlengkapan dan peralatan,
pengelolaan administrasi keuangan serta evaluasi dan pengelolaan laporan
pelaksanaan tugas.
3) Bidang
Administrasi Kepegawaian
Bidang
administrasi kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyusunan formasi
kepegawaian, pelaksanaan seleksi dan pengangkatan calon pegawai serta
pelaksanaan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian.
4) Bidang
Pengembangan Pegawai
Bidang
pengembangan pegawai mempunyai tugas menyelesaikan administrasi penempatan
pegawai, kepangkatan, pembinaan karier dan mutasi jabatan.
5) Bidang
Kesejahteraan Pegawai
Bidang
kesejahteraan pegawai mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan jasmani,
rokhani dan kesehatan, pemberian penghargaan serta peningkatan kesejahteraan
pegawai.
6) Bidang Diklat
Bidang Diklat
mempunyai tugas menyiapkan bahan penyusunan kebijakan, pedoman dan petunjuk
teknis Diklat Prajabatan, Diklat Dalam Jabatan dan Diklat Antar Lembaga serta Diklat
Fungsional.
7) Bidang
Pemberhentian
Bidang
pemberhentian mempunyai tugas melaksanakan perencanaan, pengelolaan dan
evaluasi administrasi kepegawaian yang berkaitan dengan penyusunan program dan
petunjuk pembinaan disiplin pegawai, permasalahan pemberhentian dan pensiun.
8) Kelompok
Jabatan Fungsional
Kelompok jabatan
fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan Kepegawaian Daerah
sesuai dengan keahliannya.
c. Dasar Hukum
1) Keputusan
Presiden RI No.159 Tahun 2000 tentang Pedoman Pembentukan Badan Kepegawaian
Daerah.
2) Peraturan
Daerah Kota Semarang Nomor 3 Tahun 2001 Tentang Pembentukan Organisasi dan Tata
Kerja Lembaga Teknis Daerah Kota Semarang.
V.
Sistematika
Penulisan
Sistematika
penulisan merupakan garis besar penyusunan tugas akhir yang bertujuan untuk
memudahkan jalan pikiran dalam memahami secara keseluruhan isi dari tugas
akhir. Adapun sistematika penulisan tugas akhir ini, yaitu sebagai berikut :
1. Bagian
Pengantar Tugas Akhir meliputi Judul Tugas Akhir, Persetujuan Pembimbing,
Pengesahan Kelulusan, Pernyataan, Motto dan Persembahan, Sari, Prakata, Daftar
Isi, Daftar Tabel, Daftar Gambar, Daftar Lampiran.
2. Bagian Utama
Tugas Akhir meliputi :
BAB I :
PENDAHULUAN
Bab ini berisi
tentang Latar Belakang Masalah, Perumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat
Penelitian dan Sistematika Penulisan.
BAB II :
LANDASAN TEORI
Bab ini berisi
tentang Pengertian Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pengertian Kinerja, dan
Prinsip-prinsip Pendidikan Dan Pelatihan yang meliputi Pengertian Pendidikan
Dan Pelatihan, Tujuan Dan Manfaat Pendidikan Dan Pelatihan, Tahap-tahap
Pendidikan Dan Pelatihan, Proses Pendidikan Dan Pelatihan, Metode Pendidikan
Dan Pelatihan, Evaluasi Pendidikan Dan Pelatihan, Kendala-kendala Pelaksanaan
Pendidikan Dan Pelatihan.
BAB III : METODE
PENELITIAN
Bab ini berisi
tentang Lokasi Penelitian, Sumber dan Jenis Data, Operasional Konsep, Metode
Pengumpulan Data, dan Metode Analisis Data.
BAB IV : HASIL
PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Bab ini akan
membahas hasil penelitian dan pembahasan.
BAB V : PENUTUP
Bab ini berisi
Kesimpulan dan Saran.
3. Bagian dari
Tugas Akhir ini meliputi Daftar Pustaka dan Lampiran.
Tesis
Judul :
PENGARUH PERSEPSI PELANGGAN TENTANG KUALITAS PELAYANAN, HARGA DAN KINERJA KETEPATAN WAKTU BERANGKAT TERHADAP
KEPUTUSAN MEMILIH PERUSAHAAN PENERBANGAN
Identitas
Peneliti:
Nama : ANIES
WARDHANA
201021160001
Universitas
Sahid
I.
Abstrak
ANIES
WARDHANA, N.R.P : 201021160001 , Pengaruh Persepsi Pelanggan Tentang Kualitas Pelayanan, Harga dan Kinerja ketepatan
waktu berangkat Terhadap Keputusan Memilih Perusahaan Penerbangan. Kualitas Pelayanan, Harga dan Kinerja
ketepatan waktu berangkat (OTP) adalah tiga faktor yang disoroti sebagai
variable yang mempengaruhi dalam memilih perusahaan penerbangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
besarnya pengaruh tiga variabel bebas
yaitu Kualitas pelayanan (X1), Harga (X2) OTP (X3)
terhadap variabel terikat Keputusan memilih (Y).
Instrumen
penelitian yang dipakai adalah kuesioner, pembobotan nilai pernyataan
menggunakan skala Likert 1 sampai dengan 5. Uji validitas dan reliabilitas
dilakukan pada 30 orang responden, sedangkan untuk teknik analisis menggunakan
model regresi dengan sampel penelitian
berdasarkan rumus slovin sebanyak 89 orang. Dari hasil analisis didapat model
persamaan regresi sebagai berikut :
Ŷ =
-8,438 + 0,277 X1 + 0,275 X2 + 0,551 X3, terlihat semua variabel memberikan pengaruh
yang positif. Hasil penelitian mengatakan bahwa, secara parsial kualitas
pelayanan memberikan pengaruh paling dominan yaitu sebesar 62,57% dalam memilih
perusahaan penerbangan dibandingkan dengan variable lainnya yaitu harga
memberikan pengaruh sebesar 34,81% dan variable OTP sebesar 45,16%.
Kepada
pengambil kebijakan agar memperhatikan kualitas pelayanan yang sudah ada saat
ini, untuk lebih meningkatkan kualitas
pelayanan dan memberikan pelatihan-pelatihan kepada para awak kabin agar dapat memberikan layanan yang terbaik kepada
penumpang sehingga lebih menarik perhatian
para penumpang sehingga timbul minat beli yang lebih dari penumpang. Kata Kunci
: Kualitas pelayanan, Harga, OTP,
Keputusan memilih
II.
Metode
Penelitian
Berdasarkan
tujuannya, penelitian ini bersifat deskriptif dan verifikatif. Zikmund
(2003:55) mendefinisikan penelitian deskripsi sebagai, Penelitian yang
bertujuan untuk menguraikan/mendeskripsikan karakteristik dari suatu populasi
atau fenomena tertentu. Penelitian deskriptif menjawab pertanyaan siapa, apa,
kapan, dimana, dan bagaimana tentang populasi atau fenomena tertentu tersebut.
Sementara itu, Uma Sekaran (2006:121-122) menyatakan bahwa penelitian
deskriptif adalah “Penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan tentang
variabel-variabel penelitian dalam situasi tertentu”.Dimana dalam penelitian
ini yang ingin diperoleh adalah gambaran atau deskriptif tentang hubungan
kualitas pelayanan, harga dan ketepatan waktu berangkat dengan keputusan
pemilihan perusahaan penerbangan.
Penelitian
verifikatif atau penelitian kausalitas Zikmund (2003:56) dan Uma Sekaran
(2006:126) menjelaskan bahwa penelitian kausalitas adalah penelitian yang
menjelaskan hubungan cause-and-effect antar variabel peneltian
Mengingat
kedua jenis penelitian ini, yaitu deskriptif dan verifikatif, dilaksanakan
melalui pengumpulan data di lapangan, maka metode penelitian yang digunakan
adalah metode descriptive survey dan
metode explanatory survey. Dimana dalam penelitian ini akan dilakukan
penggambaran karakteristik dan penggalian yang lebih mendalam atau
pengeksploitasian data atau informasi yang berhubungan dengan objek penelitian.
III.
Manfaat
Hasil penelitian tersebut
diharapkan dapat berguna untuk :
a. Penelitian ini diharapkan
dapat menjadi bahan masukan bagi PT Garuda Indonesia dan PT. Sriwijaya untuk
memperoleh informasi faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan
pembelian, sehingga bisa digunakan sebagai pertimbangan dan masukan dalam
menentukan kebijakan strategi pemasaran perusahaan yang efektif.
b. Manfaat penelitian ini bagi
peneliti sendiri diharapkan dapat menambah pengetahuan ilmiah dan pengalaman
praktis tentang bagaimana melihat faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan
keputusan.
c.
Bagi institusi
pendidikan, penelitian ini memiliki manfaat sebagai bahan pustaka dan
pembanding untuk penelitian selanjutnya
IV.
Hasil
Hasil penelitian dan pembahasan ini terdiri dari analisis deskriptif
dan kausal berdasarkan data primer.
Interaksi dari dua analisis selanjutnya kombinasikan dengan data
sekunder dan dijadikan dasar untuk melakukan suatu analisa strategi dengan
pelanggan jasa penerbangan dalam pemilihan perusahaan penerbangan di tengah
persaingan global ini.
A. Deskripsi Data
Analisis
ini dilakukan berdasarkan hasil tabulasi kuesioner penelitian melalui
perhitungan alat analisis statistik deduktif secara sederhana, yaitu dalam
bentuk rata-rata nilai dan prosentase (%) dengan menggunakan Microsoft Excel. Tujuan dari analisis
ini adalah untuk mendapatkan deskripsi tentang profil pelanggan dalam memilih
perusahaan penerbangan.
Untuk
menunjang penelitian, penulis menyebar kuesioner kepada 89 pelanggan yaitu
sebanyak sampel yang dianggap sudah memenuhi persyaratan sampel ideal
berdasarkan rumus slovin dengan tingkat eror 10%. Pemakai jasa penerbangan yang
dipilih sebagai responden adalah calon penumpang pesawat Garuda Indonesia dan
Sriwijaya pada hari tersebut dengan 2 (dua) waktu pemberangkatan yang berbeda
dan pernah melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat yang sama paling
tidak satu kali dalam jangka waktu setahun terakhir.
Dilihat
dari Karakteristik responden dari pengolahan data 89 orang responden yang dijadikan sample. Analisis
deskriptif karakteristik responden terdiri dari diagram dan tabel yang berisi
tentang jenis kelamin , usia, pekerjaan, frekuensi melakukan penerbangan per
tahun dan pendapatan perbulan. Karakteristik data diolah berdasarkan data-data
kuesioner, secara lengkap dapat dilihat sebagai berikut :
1. Jenis kelamin
Sebaran
responden dilihat dari jenis kelamin
dapat dilihat pada Tabel
Karakteristik Responden dilihat dari Jenis kelamin
No
|
Jenis
kelamin
|
Frekuensi
|
Prosentase
(%)
|
1
|
Laki laki
|
52
|
58,43
|
2
|
Perempuan
|
37
|
51,47
|
Jumlah
|
89
|
100
|
|
Sumber
: Hasil pengolahan Data Primer
![]() |
Jumlah responden terbanyak adalah berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 52 orang sebesar 58,43% dan jumlah responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 37 orang atau 51,47 %. Dari data ini menunjukan bahwa jumlah pemakai jasa pesawat Garuda dan Sriwijaya mayoritas berjenis kelamin laki-laki. Lebih jelas digambarkan melalui grafik sebagai berikut :
Diagram Gafik jumlah responden dilihat
dari jenis kelamin
2. Usia
Sebaran responden dilihat dari usia dapat
dilihat pada Tabel 15.
Karakteristik Responden
dilihat dari usia
No
|
Umur
|
Frekuensi
|
Prosentase
(%)
|
1
|
≤ 30 th
|
28
|
31,46
|
2
|
> 30 th
|
61
|
68,54
|
Jumlah
|
89
|
100
|
|
Sumber
: Hasil pengolahan Data Primer
Jumlah responden terbanyak adalah yang berusia
antara >30 tahun yaitu sebanyak 61
orang sebesar 68,54% dan jumlah responden yang berusia ≤ 30 tahun adalah
sebanyak 28 orang atau 31,46 %. Dari
data ini menunjukan bahwa jumlah pemakai jasa pesawat Garuda dan
Srtiwijaya mayoritas berumur antara
>30 tahun. Lebih jelas digambarkan
melalui grafik sebagai berikut :
![]() |
Sumber : Hasil pengolahan Data Primer
Diagram Grafik Umur Responden (dalam %)
3. Pekerjaan Anda
Sebaran responden dilihat dari jenis
pekerjaan dapat dilihat pada Tabel 4.3.
Karakteristik Responden dilihat dari Jenis
pekerjaan
No
|
Jenis
pekerjaan
|
Frekuensi
|
Prosentase
(%)
|
1
|
Mahasiswa/pelajar
|
8
|
8.99
|
2
|
Wira
usaha
|
36
|
40.45
|
3
|
Ibu
Rumah Tangga
|
5
|
5.62
|
4
|
PNS
|
12
|
13.48
|
5
|
Pegawai
Swasta
|
28
|
31.46
|
Jumlah
|
89
|
100
|
|
Sumber : Hasil pengolahan Data
Primer
Jumlah responden terbanyak adalah yang memiliki
pekerjaan sebagai Wirausaha yaitu
sebanyak 36 orang sebesar 40,45 % dan jumlah responden sebagai mahasiswa 8
orang atau 8,99%, sebagai ibu rumah tangga 5 orang atau 5,62%, PNS 12 orang
atau 13,48% dan Pegawai swasta 28 orang atau 31,46%. Dari data ini menunjukan bahwa jumlah responden mayoritas
memiliki pekerjaan sebagai wirausaha.
Lebih jelas digambarkan melalui grafik sebagai berikut :
![]() |
Sumber : Hasil pengolahan Data Primer
Diagram Gafik jumlah responden dilihat dari Jenis pekerjaan
4. Frekuensi melakukan
penerbangan per tahun
Sebaran responden dilihat dari Frekuensi melakukan
penerbangan per tahun
dapat dilihat pada Tabel 4.4.
Karakteristik Responden dilihat dari Frekuensi melakukan penerbangan per tahun
No
|
Frekwensi
melakukan penerbangan
|
Frekuensi
|
Prosentase
(%)
|
1
|
1 - 5 kali
|
19
|
21,35
|
2
|
6 – 10 kali
|
32
|
35,96
|
3
|
>10 kali
|
38
|
42,70
|
Jumlah
|
89
|
100
|
|
Sumber
: Hasil pengolahan Data Primer
Jumlah responden terbanyak adalah yang
frekwensi melakukan penerbangan > 10 kali yaitu sebanyak 38 orang atau
sebesar 42,70 % dan jumlah responden yang frekwensi melakukan penerbangan 6 –
10 kali sebanyak 32 orang atau 35,96 %,
sedangkan yang frekwensi melakukan penerbangan 1 – 5 kali sebanyak 19 orang
atau 21,35 % . Dari data ini menunjukan
bahwa jumlah responden dengan frekwensi melakukan penerbangan mayoritas > 10
kali. Lebih jelas digambarkan melalui grafik
sebagai berikut:
![]() |
Sumber : Hasil pengolahan Data Primer
Diagram Gafik jumlah
responden dilihat dari frekwensi melakukan penerbangan
V.
Sistematika Penulisan
Sesuai
dengan ketentuan yang berlaku dalam penyusunan laporan penelitian, terbagi
dalam lima bab yang disusun secara sistematis.
Adapun penulisan laporan penelitian (Tesis) secara garis besarnya adalah
sebagai berikut :
Bab I Pendahuluaan
Dalam
Bab ini penulis menerangkan mengenai latar belakang masalah, pembatasan
masalah, perumusan masalah, kegunaan penelitian dan sistematika penulisan.
Bab II Definisi, Kerangka
Teoritik dan Perumusan Hipotesis
Terdiri
dari Definisi, Kerangkai teoritik dan Perumusan Hipotesis. Pada Bab ini diuraikan tentang definisi dari
setiap variabel yaitu kualitas pelayanan, harga, kinerja ketepatan waktu berangkat
dan keputusan memilih perusahaan
penerbangan, penelitian terdahulu yang relevan, kerangka pemikiran dan rumusan
hipotesis penelitian
BAB III Metodologi Penelitian
Dalam
bab ini terdiri dari tujuan penelitian, tempat dan waktu penelitian, metode penelitian,
populasi dan sampel, instrumen penelitian, teknik analisis data dan hipotesis
Statistik.
BAB IV Hasil penelitian dan
Pembahasan
Terdiri
dari deskriptif data, temuan hasil penelitian dan Pengujian hipotesis,
pembahasan dan keterbatasan penelitian
BAB V Kesimpulan dan
Rekomendasi
Berisi
tentang kesimpulan dan rekomendasi
Disertasi
Judul:
KEKUATAN
MEMAKSA DALAM PEMASARAN RELASIONAL DAN DAMPAKNYA PADA STRATEGIC MARKETING
OUTCOMES
Identitas
Peneliti :
Nama
: Alimuddin Rizal Riva’i
NIM : C5B004003
Universitas
Diponegoro
I.
Abstrak
Studi ini
tentang hubungan antar organisasi (inter-firm relationship) yang
berbasis pada
teori-teori relationship marketing, yang memadukan antara
pendekatan
keperilakuan dan strategik. Hal ini yang membedakan dengan studistudi
sebelumnya. Oleh
karena itu, model teoretikal dasar yang dibangun
diarahkan pada,
bagaimana organisasi mencapai strategic marketing outcomes:
kinerja
pemasaran, keunggulan posisional bersaing, dan sinergitas berdasarkan
nilai-nilai
hubungan jangka panjang yang diperoleh dari interaksi relasional dan
power mode
selama menjalin kerjasama pemasaran.
Kiblat pemasaran
relasional adalah Market Based Views, yaitu pandangan
strategik yang
berbasis pada lingkungan perusahaan, dimana lingkungan
dipandang
sebagai situasi yang dapat mempengaruhi arah strategis perusahaan.
Orientasi
strategik berbasis pasar dapat menciptakan nilai perusahaan melalui
market power.
Market power yang besar dapat dicapai melalui kerjasama yang
intens dengan
organisasi lain, sehingga perusahaan memiliki networking luas dan
kuat. Salah satu
teori yang berbasis pasar (market based) adalah teori interaksi
sosial (social
exchange theory), dalam studi ini difokuskan pada teori yang
dibangun oleh
Morgan dan Hunt (1994) yaitu the commitment-trust theory.
Morgan dan Hunt
(1994) menjelaskan bahwa kepercayaan merupakan dasar untuk
membangun
kerjasama dan komitmen relasional adalah key mediating variable
antara
kepercayaan dan kerjasama. Selanjutnya, para ahli pemasaran menyatakan
bahwa luaran
(outcomes) dari pemasaran relasional adalah terciptanya nilai-nilai
hubungan jangka
panjang (value of lifetime relationship): loyalitas (loyalty),
keeratan
hubungan (strong relationship) dan pesan berantai/komunikasi positif
(positive word
of mouth communication).
Model teoretikal
dasar dalam studi ini dibangun pula atas dasar teori
power-dependence,
dimana kekuatan/kekuasaan (power) dan ketergantungan
(dependency)
merupakan dasar penting membangun kerjasama antar organisasi
(Alderson, 1958;
Dahl, 1956; Emerson, 1968; El-Asyari dan Stern, 1972;
Frazier,1996,
1999, Hermans & Shanahan, 2003; Doherthy dan Quinn, 1999;
Doherthy dan
Alexander, 2006). Basis teori ini adalah resources based view, yang
berpandangan
bahwa organisasi adalah sekumpulan sumberdaya dan kemampuan
yang merupakan
aset strategis bagi organisasi, dimana aset strategis yang dimiliki
perusahaan
tersebut diposisikan sebagai sumber kekuatan/kekuasaan (power).
Para ahli ini
menjelaskan sumber kekuasaan tersebut akan bermanfaat apabila
dieksekusi saat
interaksi (power mode), Power yang menghasilkan suatu yang
fantastis/luar
biasa adalah coercive power, meskipun dapat pula menuai konflik.
Oleh karena itu,
model teoretikal dalam studi ini memposisikan
kekuatan/kekuasaan
memaksa dan perilaku-perilaku positif dalam interaksi
relasional
sebagai fondasi untuk membangun kerjasama pemasaran yang intens,
mencapai
nilai-nilai hubngan jangka panjang dan hasil-hasil pemasaran strategis.
Jadi, secara
teoretis studi ini akan memadukan teori-teori keperilakuan
dalam pemasaran
relasional dengan teori-teori yang mendasari konsep-konsep
strategik dalam
organisasi bisnis dan pemasaran. Teori-teori dasar yang digunakan
dalam studi ini
adalah, market based view, social exchange theory (commitmenttrust
theory), resources
based view dan power-dependence theory.
II.
Manfaat Penelitian
Manfaat Teoretis, adalah:
1.
Untuk memberikan sumbangan pemikiran dan pengayaan teori-teori
dalam
lingkup market based view dan resources based view, tentang: teori
pertukaran
sosial (social exchange theory):
perilaku pertukaran relasional
(relational exchange behavior),
kepercayaan-komitmen relasional (the
commitment-trust theory); dan teori
kekuatan/kekuasaan (power theory)
dalam
pemasaran relasional (relationship
marketing).
2.
Sebagai wahana pengayaan teoretikal dan konseptual dalam ilmu
manajemen
pemasaran strategik yang berkaitan dengan hubungan antar
organisasi
(inter-organizational/firm
relationship) dalam konteks modal
sosial
dan hasil-hasil pemasaran strategik (strategic
marketing outcomes),
berupa:
sinergitas kerjasama (co-operation
synergy), keunggulan
posisional
bersaing (competitive positional
advantage) dan kinerja
pemasaran
(marketing performance).
Manfaat
Praktis, adalah:
1.
Sebagai bahan leteratur bagi praktisi untuk memilih apa yang dapat
dikembangkan
dalam melakukan kerjasama dengan pihak-pihak yang
berkepentingan,
khususnya dalam konteks pertukaran relasional untuk
menjalankan
hubungan antar perusahaan/organisasi.
2.
Sebagai bahan untuk memahami, bagaimana kekuatan/kekuasaan
memaksa
(coercive power), kepercayaan (trust), komitmen relasional
(relational
commitment) dapat
digunakan untuk menjalin hubungan
kerjasama
(cooperation), dan menciptakan, membangun, memelihara dan
mempertahankan
hubungan jangka panjang, menciptakan sinergitas
kerjasama
dengan pemangku kepentingan untuk meraih keunggulan
posisional
bersaing dan mencapai kinerja pemasaran yang optimal.
3.
Sebagai bahan leteratur bagi praktisi untuk membuat kebijakan-kebijakan
yang
berkaitan dengan strategi kerjasama dengan pendekatan manajemen
pemasaran
strategik dan perilaku sosial.
III.
Sistematika Penulisan Disertasi
Sistematika
atau lingkup disertasi ini terdiri dari 5 (lima) bagian/bab,
yaitu
:
Bab I, Pendahuluan, menjelaskan latar
belakang masalah, fenomena
bisnis
pariwisata di Indonesia, research gap, masalah dan masalah penelitian,
pertanyaan
penelitian, orisinilitas, tujuan dan manfaat penelitian, justifikasi
penelitian,
serta sistematika penulisan disertasi.
Bab II, Telaah pustaka dan pengembangan
model: menjelaskan telaah
pustaka
untuk mendukung pengembangan model teoretik dan empirik, yaitu :
teori-teori
kekuatan/kekuasaan, pemasaran relasional (kepercayaan, komitmen
relasional,
kerjasama, nilai hubungan jangka panjang), dan strategic marketing
outcomes: sinergitas kerjasama,
keunggulan posisional bersaing dan kinerja
pemasaran.
Bab III, Metoda penelitian, berisikan
metoda penelitian yang digunakan
berkisar
tentang: jenis penelitian, populasi dan sampel, metoda pengumpulan data,
definisi
konsep dan operasional, skala pengukuran, variabel dan indikator, serta
teknik
analisis.
Bab IV, Analisis data, menjelaskan
tentang: deskripsi responden dan
variabel,
proses dan hasil analisis data, pengujian hipotesis, analisis pengaruh
langsung
dan tidak langsung, dan apresiasi responden berdasarkan gender.
Bab V, Kesimpulan dan Implikasi yang
menjelaskan: kesimpulan issu
dan
masalah penelitian; implikasi: teoretis, manajerial, kebijakan publik;
keterbatasan penelitian dan
agenda penelitian mendatang.
IV.
Hasil
Secara
empiris, hasil studi ini mendukung studi Sharif, et al (2005) yang
membuktikan
bahwa penggunaan kekuatan memaksa (coercive power) tidaklah
akan
mempengaruhi kepercayaan antar pihak yang bekerjasama, baik menurunkan
tingkat
kepercayaan maupun menguatkan. Hasil ini sejalan pula dengan studi
Gaski
and Nevin (1985) dan Frazier (1999) bahwa kekuatan memaksa akan
memudahkan
kedua belah pihak untuk menjalankan kerjasama, dan kerjasama
tersebut
dapat dikendalikan oleh masing-masing pihak. Frazier (1999)
menjelaskan
pula bahwa kerjasama dibangun karena adanya kekuatan untuk
mengendalikan
kerjasama tersebut dan perilaku saling percaya diantara pihak
yang
bekerjasama. Dengan demikian kepercayaan dan kekuatan/kekuasaan
memaksa
(kemampuan mendesak) dalam studi ini merupakan dasar bagi
organisasi
bisnis pariwisata dalam menjalin hubungan pemasaran. Oleh karena itu,
studi
ini tidak mendukung studi yang dikemukakan oleh Morgan and Hunt (1994)
bahwa
coercive power merupakan perilaku oportunis yang akan merusak
kepercayaan.
Secara
teoretis, tidak terbuktinya pengaruh variabel kekuatan memaksa
terhadap
variabel kepercayaan para pelaku bisnis pariwisata ini, maka hasil studi
ini
tidak mendukung kajian teoretis yang dilakukan oleh Dahl (1957) dan lebih
mendukung
kajian teoretis yang dibangun oleh Emerson (1962). Emerson (1962)
menjelaskan
bahwa kekuatan/kekuasaan bukan melekat pada pelaku tetapi pada
pertukaran
relasional itu sendiri. Kekuatan/kekuasaan digunakan dalam
pertukaran
relasional untuk mengendalikan agar kerjasama tidak keluar dari
kesepakatan-kesepakatan
kerjasama, sehingga kerjasama tersebut dapat
terkendali.
Jadi, Emerson (1962) mengisyaratkan bahwa kekuatan/kekuasaan
memaksa
yang digunakan tidak serta merta menghapuskan saling percaya diantara
pelaku
organisasi, karena kekuatan memaksa dan kepercayaan adalah dua hal
yang
dapat digunakan oleh organisasi dalam membangun kerjasama antar
organisasi.
Jadi, tidak signifikannya hipotesis satu ini membuktikan bahwa pelaku
organisasi
menggunakan kekuatannya mendesak pihak lain untuk mencapai
tujuan-tujuan
kerjasama yang telah ditetapkan dan kekuatan memaksa digunakan
untuk
mengendalikan pertukaran relasional tersebut agar dapat mencapai hasil
optimal.



