Rabu, 13 April 2016



Skripsi
Judul : UPAYA MENINGKATKAN KINERJA MELALUI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN JABATAN BAGI PEGAWAI NEGERI SIPIL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
Identitas Politik :
 Nama :Fitria Yogyasari
NPM :3354304044
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2007
       I.            ABSTRAK
A. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh penulis mengenai
Upaya Meningkatkan Kinerja Melalui Pendidikan Dan Pelatihan Jabatan Bagi
Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Kota Semarang, penulis menyimpulkan :
1. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan jabatan yang diadakan oleh
Badan Kepegawaian Daerah Kota Semarang 64,8% cukup baik. Program
pendidikan dan pelatihan jabatan sudah sesuai dengan kebutuhan. Artinya,
pendidikan dan pelatihan jabatan yang dilaksanakan sesuai dengan
kebutuhan terhadap tujuan pendidikan dan pelatihan yang diadakan oleh
Badan Kepegawaian Daerah tersebut.
2. Upaya dalam meningkatkan kinerja Pegawai Negeri Sipil Pemerintah
Kota Semarang yaitu dengan pendidikan dan pelatihan jabatan, dimana
pendidikan dan pelatihan yang diadakan sangat besar pengaruhnya, karena
dengan diadakannya pendidikan dan pelatihan jabatan bagi Pegawai
Negeri Sipil Pemerintah Kota Semarang 68,2% dapat meningkatkan
kinerja pegawai tersebut. Pendidikan dan pelatihan jabatan yang diadakan
oleh Badan Kepegawaian Daerah ini sangat membantu pegawai untuk
mencapai kinerja sesuai dengan apa yang diharapkan. Hal ini dikarenakan
pendidikan dan pelatihan jabatan tersebut dapat mengembangkan
kemampuan pegawai. Adanya peningkatan kinerja pegawai setelah
diadakannya pendidikan dan pelatihan jabatan dapat dinilai dari hasil
pekerjaan pegawai yang lebih baik.

    II.            METODE PENELITIAN
A. Lokasi Penelitian
Penulis melakukan penelitian pada Badan Kepegawaian Daerah Pemerintah Kota Semarang, Jl. Pemuda No.148 Semarang, Kode pos 50132 Telp. 3513366 Pswt 1333.
B. Sumber Dan Jenis Data
Menurut Webster’s New World Dictionary, data adalah things known or assumed, yang berarti bahwa data itu sesuatu yang diketahui atau dianggap. Diketahui, artinya sesuatu yang sudah terjadi merupakan fakta (bukti) (Supranto, 2003:15). Selain itu, data juga dapat memberikan gambaran tentang suatu keadaan atau persoalan.
1. Sumber Data
Sumber data dalam penelitian adalah subjek dari mana data dapat diperoleh (Arikunto, 1998:114). Agar kegiatan penelitian dapat terlaksana dengan baik dan sesuai dengan apa yang diharapkan penulis, maka diperlukan data yang bersifat obyektif dan data harus relevan dengan judul yang diajukan penulis karena data ini sangat penting. Sumber data yang diperoleh penulis dari Badan Kepegawaian Daerah Pemerintah Kota Semarang. 
2. Jenis Data
a. Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya, diamati dan dicatat untuk pertama kalinya (Marzuki, 2002:55). Data primer yang diperoleh penulis adalah data mengenai Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Kota Semarang. Penulis memperoleh data dari 22 Pegawai Negeri Sipil Badan Kepegawaian Daerah Kota Semarang.
b. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang bukan diusahakan sendiri pengumpulannya oleh peneliti (Marzuki, 2002:56). Data sekunder ini berasal dari tangan kedua, ketiga dan seterusnya, artinya satu atau lebih pihak yang bukan peneliti sendiri. Data sekunder ini dapat diperoleh melalui pustaka atau keterangan-keterangan. Data sekunder yang diperoleh penulis dalam penelitian ini adalah mengenai Sejarah Badan Kepegawaian Daerah Pemerintah Kota Semarang, Struktur Organisasi serta Penjabaran Tugas Dan Fungsi Badan Kepegawaian Daerah Pemerintah Kota Semarang.
C. Populasi Dan Sampel
Populasi merupakan keseluruhan subyek penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Kota Semarang yang pernah mengikuti Diklatpim IV dari tahun 1998 s/d 2004, yang bertugas di  Badan Kepegawaian Daerah dengan jumlah 27 pegawai. Sampel merupakan bagian dari populasi yang menjadi sumber data dari penelitian. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah 22 Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Kota Semarang.
D. Operasional Konsep
Dalam Upaya Meningkatkan Kinerja Melalui Pendidikan Dan Pelatihan Jabatan Bagi Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Kota Semarang, dapat dioperasionalkan sebagai berikut :
1. Upaya Meningkatkan Kinerja Melalui Pendidikan Dan Pelatihan Jabatan Bagi Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Kota Semarang, meliputi :
a. Pengertian Pegawai Negeri Sipil.
b. Pengertian Kinerja.
c. Prinsip-prinsip Pendidikan Dan Pelatihan, yang meliputi :
1) Pengertian Pendidikan Dan Pelatihan.
2) Tujuan Dan Manfaat Pendidikan Dan Pelatihan.
3) Tahap-tahap Pendidikan Dan Pelatihan.
4) Proses Pendidikan Dan Pelatihan.
5) Metode Pendidikan Dan Pelatihan.
6) Kendala-kendala Pelaksanaan Pendidikan Dan Pelatihan.
7) Evaluasi Pendidikan Dan Pelatihan.
2. Kendala-kendala yang dihadapi oleh Badan Kepegawaian Daerah Pemerintah Kota Semarang, dalam melaksanakan pendidikan dan pelatihan jabatan.
E. Metode Pengumpulan Data
Dalam penyusunan Tugas Akhir, penulis melakukan pengumpulan data dengan 3 metode yaitu :
1. Wawancara (interview)
Metode wawancara (interview) adalah metode pengumpulan data dengan jalan tanya jawab sepihak yang dikerjakan dengan sistematik dan berlandaskan kepada tujuan penelitian (Marzuki, 2002 : 62). Pada metode ini penulis mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada Kasubid. Diklat Antar Lembaga yang berkaitan langsung dengan pendidikan dan pelatihan jabatan.
2. Kuesioner
Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui (Arikunto, 1998 : 140). Kuesioner yang digunakan oleh penulis dalam memperoleh data adalah kuesioner dalam bentuk checklist, dimana responden tinggal membubuhkan tanda check ( ô€€¹ ) pada tempat yang telah disediakan. Dalam penelitian ini, penulis menyebar 22 kuesioner. Setiap soal disediakan 4 (empat) jawaban dengan skor masing-masing :
Jawaban A dengan skor 4
Jawaban B dengan skor 3
Jawaban C dengan skor 2
Jawaban D dengan skor 1
Semakin sesuai antara jawaban yang diberikan responden dengan jawaban yang diharapkan maka semakin tinggi skor/bobot yang diperoleh.
3. Metode Pustaka
Metode pustaka merupakan metode pengumpulan data dengan mencari informasi melalui buku-buku, literatur dan lainnya. Metode ini penulis lakukan dengan cara membaca buku yang berkaitan dengan pengembangan pegawai.
4. Metode Dokumentasi
Metode dokumentasi adalah cara pengumpulan data dengan menggunakan dokumen-dokumen yang berhubungan dengan penelitian tersebut atau mencari data mengenai hal-hal atau variabel berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah prasasti, legger, notulen, rapat agenda dan lain sebagainnya (Arikunto, 2002 : 206). Metode ini penulis gunakan untuk mengumpulkan data yang berkaitan dengan Pendidikan dan pelatihan jabatan Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Kota Semarang yang diperoleh dari Kasubid. Diklat Antar Lembaga.

F. Metode Analisis Data
Dalam penulisan laporan ini, penulis menggunakan metode analisis deskriptif yaitu mengumpulkan data yang berisi uraian, paparan tentang suatu obyek sesuai dengan kriteria serta hal-hal yang diperlukan dalam pendataan dan penyajian. Metode analisis deskriptif bertujuan mengubah kumpulan data mentah menjadi yang mudah dipahami dalam bentuk informasi yang lebih ringkas (Istijanto, 2005:90).
Menurut Supranto (2003:403), metode ini dapat digunakan dengan menggunakan rumus :
Keterangan :
n = skor yang diperoleh
N = skor ideal
% = prosentase
Menurut Arikunto (1998:246), data yang sudah sampai ke prosentase lalu ditafsirkan dengan kalimat-kalimat yang bersifat kualitatif, dimana hasil persentase itu dapat digolongkan sebagai berikut :
1. 76% - 100% Baik
2. 56% - 75% Cukup baik
3. 40% - 55% Kurang baik
4. <40% Tidak baik
Penulis menggunakan metode analisis deskriptif ini dimaksudkan agar memperoleh gambaran dan data secara sistematis yang berkaitan dengan pendidikan dan pelatihan jabatan Pegawai Negeri Sipil sehingga penulis dapat mengolah dan menyajikan data yang sistematis, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
n
% = x 100%
N

 III.            Manfaat Penelitian
1. Manfaat Praktis
a. Bagi penulis untuk memperoleh pengalaman dan meningkatkan serta menambah wawasan penulis dalam ilmu pengetahuan dan pemahaman penulis tentang sumber daya manusia.
b. Sebagai masukan bagi Badan Kepegawaian Daerah Pemerintah Kota Semarang, tentang pentingnya pengembangan pegawai untuk meningkatkan kinerja.
c. Bagi lembaga akademik diharapkan dapat memberikan masukan dalam pengembangan ilmu manajemen serta sebagai dasar untuk penelitian yang relevan selanjutnya.
2. Manfaat Teoritis
a. Sebagai bahan pembanding antara teori yang didapat di bangku kuliah dengan fakta yang ada di lapangan.


b. Tugas akhir ini dapat digunakan sebagai bahan acuan dibidang penelitian yang sejenis dan sebagai pengembangan lebih lanjut.

 IV.            Hasil Penelitian
1. Gambaran Umum Badan Kepegawaian Daerah Pemerintah Kota Semarang
a. Sejarah Singkat Badan Kepegawaian Daerah Kota Semarang Badan Kepegawaian Daerah Kota Semarang dahulu merupakan salah satu bagian dari sekretariat wilayah Daerah Tingkat II Kotamadya Semarang. Berdasarkan pada peraturan daerah kotamadya, Daerah Tingkat II Semarang No.7 Tahun 1992 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja sekretariat wilayah atau daerah dan sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tingkat II Semarang, yang terdiri dari :
1) Kepala Bagian Kepegawaian
a) kasubag umum.
b) kasubag mutasi.
c) kasubag pengembangan karier.
d) kasubag diklat.
Setelah pada tahun 2001 baru dibentuk Badan Kepegawaian Daerah dengan berdasarkan pada Peraturan Daerah Semarang No.3 Tahun 2001 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Kota Semarang, dengan susunan sebagai berikut :
37

1) Kepala Badan
2) Sekretariat, terdiri dari :
a) Sub Bagian Perencanaan dan Evaluasi.
b) Sub Bagian Umum.
c) Sub Bagian Keuangan.

3) Bidang Administrasi Kepegawaian, terdiri dari :
a) Sub Bidang Formasi Kepegawaian.
b) Sub Bidang Seleksi dan Pengangkatan.
c) Sub Bidang Manajemen dan Informasi.

4) Bidang Pengembangan Pegawai, terdiri dari :
a) Sub Bidang Penempatan.
b) Sub Bidang Kepangkatan.
c) Sub Bidang Pembinaan Karier.
d) Sub Bidang Mutasi Jabatan.

5) Bidang Kesejahteraan Pegawai, terdiri dari :
a) Sub Bidang Jasmani, Rohani dan Kesehatan.
b) Sub Bidang Penghargaan.
c) Sub Bidang Peningkatan Kesejahteraan.

6) Bidang Diklat, terdiri dari :
a) Sub Bidang Pra Jabatan.
b) Sub Bidang Diklat dalam Jabatan.
c) Sub Bidang antar Lembaga.

7) Bidang Pemberhentian, terdiri dari :
a) Sub Bidang Disiplin.
b) Sub Bidang Pemberhentian.
c) Sub Bidang Pensiun.

8) Kelompok Jabatan Fungsional.
b. Struktur Organisasi Badan Kepegawaian Daerah Kota Semarang
Struktur Organisasi Badan Kepegawaian Daerah Kota Semarang berdasarkan atas Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 3 Tahun 2001 Tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Kota Semarang terdiri dari :
1) Kepala Badan
2) Sekretariat, terdiri dari :
a) Sub Bagian Perencanaan dan Evaluasi.
b) Sub Bagian Umum.
c) Sub Bagian Keuangan.

3) Bidang Administrasi Kepegawaian, terdiri dari :
a) Sub Bidang Formasi Kepegawaian.
b) Sub Bidang Seleksi dan Pengangkatan.
c) Sub Bidang Manajemen dan Informasi.
4) Bidang Pengembangan Pegawai, terdiri dari :
a) Sub Bidang Penempatan.
b) Sub Bidang Kepangkatan.
c) Sub Bidang Pembinaan Karier.
d) Sub Bidang Mutasi Jabatan.

5) Bidang Kesejahteraan Pegawai, terdiri dari :
a) Sub Bidang Jasmani, Rohani dan Kesehatan.
b) Sub Bidang Penghargaan.
c) Sub Bidang Peningkatan Kesejahteraan.

6) Bidang Diklat, terdiri dari :
a) Sub Bidang Pra Jabatan.
b) Sub Bidang Diklat dalam Jabatan.
c) Sub Bidang antar Lembaga.

7) Bidang Pemberhentian, terdiri dari :
a) Sub Bidang Disiplin.
b) Sub Bidang Pemberhentian.
c) Sub Bidang Pensiun.
8) Kelompok Jabatan Fungsional.
(Struktur organisasi BKD terlampir).
Berikut keterangan struktur Badan Kepegawaian Daerah Kota Semarang :
1) Kepala Badan
Kepala badan mempunyai tugas memimpin, mengkoordinasikan, mengawasi, dan mengendalikan pelaksanaan tugas dan fungsi Badan Kepegawaian Daerah.
2) Sekretariat
Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program kerja, pengawasan, pengelolaan, ketatausahaan, administrasi, kepegawaian, perlengkapan dan peralatan, pengelolaan administrasi keuangan serta evaluasi dan pengelolaan laporan pelaksanaan tugas.
3) Bidang Administrasi Kepegawaian
Bidang administrasi kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyusunan formasi kepegawaian, pelaksanaan seleksi dan pengangkatan calon pegawai serta pelaksanaan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian.
4) Bidang Pengembangan Pegawai
Bidang pengembangan pegawai mempunyai tugas menyelesaikan administrasi penempatan pegawai, kepangkatan, pembinaan karier dan mutasi jabatan.
5) Bidang Kesejahteraan Pegawai
Bidang kesejahteraan pegawai mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan jasmani, rokhani dan kesehatan, pemberian penghargaan serta peningkatan kesejahteraan pegawai.
6) Bidang Diklat
Bidang Diklat mempunyai tugas menyiapkan bahan penyusunan kebijakan, pedoman dan petunjuk teknis Diklat Prajabatan, Diklat Dalam Jabatan dan Diklat Antar Lembaga serta Diklat Fungsional.
7) Bidang Pemberhentian
Bidang pemberhentian mempunyai tugas melaksanakan perencanaan, pengelolaan dan evaluasi administrasi kepegawaian yang berkaitan dengan penyusunan program dan petunjuk pembinaan disiplin pegawai, permasalahan pemberhentian dan pensiun.
8) Kelompok Jabatan Fungsional
Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan Kepegawaian Daerah sesuai dengan keahliannya.
c. Dasar Hukum
1) Keputusan Presiden RI No.159 Tahun 2000 tentang Pedoman Pembentukan Badan Kepegawaian Daerah.
2) Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 3 Tahun 2001 Tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Kota Semarang.
    V.            Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan merupakan garis besar penyusunan tugas akhir yang bertujuan untuk memudahkan jalan pikiran dalam memahami secara keseluruhan isi dari tugas akhir. Adapun sistematika penulisan tugas akhir ini, yaitu sebagai berikut :
1. Bagian Pengantar Tugas Akhir meliputi Judul Tugas Akhir, Persetujuan Pembimbing, Pengesahan Kelulusan, Pernyataan, Motto dan Persembahan, Sari, Prakata, Daftar Isi, Daftar Tabel, Daftar Gambar, Daftar Lampiran.
2. Bagian Utama Tugas Akhir meliputi :
BAB I : PENDAHULUAN
Bab ini berisi tentang Latar Belakang Masalah, Perumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian dan Sistematika Penulisan.
BAB II : LANDASAN TEORI
Bab ini berisi tentang Pengertian Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pengertian Kinerja, dan Prinsip-prinsip Pendidikan Dan Pelatihan yang meliputi Pengertian Pendidikan Dan Pelatihan, Tujuan Dan Manfaat Pendidikan Dan Pelatihan, Tahap-tahap Pendidikan Dan Pelatihan, Proses Pendidikan Dan Pelatihan, Metode Pendidikan Dan Pelatihan, Evaluasi Pendidikan Dan Pelatihan, Kendala-kendala Pelaksanaan Pendidikan Dan Pelatihan.
BAB III : METODE PENELITIAN
Bab ini berisi tentang Lokasi Penelitian, Sumber dan Jenis Data, Operasional Konsep, Metode Pengumpulan Data, dan Metode Analisis Data.
BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Bab ini akan membahas hasil penelitian dan pembahasan.
BAB V : PENUTUP
Bab ini berisi Kesimpulan dan Saran.
3. Bagian dari Tugas Akhir ini meliputi Daftar Pustaka dan Lampiran.

Tesis
Judul :

PENGARUH PERSEPSI PELANGGAN TENTANG  KUALITAS PELAYANAN, HARGA DAN  KINERJA KETEPATAN WAKTU BERANGKAT TERHADAP KEPUTUSAN MEMILIH PERUSAHAAN PENERBANGAN

Identitas Peneliti:

Nama : ANIES WARDHANA
201021160001
Universitas Sahid
       I.            Abstrak
ANIES WARDHANA, N.R.P :  201021160001 , Pengaruh Persepsi Pelanggan Tentang  Kualitas Pelayanan, Harga dan Kinerja ketepatan waktu berangkat Terhadap Keputusan Memilih Perusahaan Penerbangan.  Kualitas Pelayanan, Harga dan Kinerja ketepatan waktu berangkat (OTP) adalah tiga faktor yang disoroti sebagai variable yang mempengaruhi dalam memilih perusahaan penerbangan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya  pengaruh tiga variabel bebas yaitu Kualitas pelayanan (X1), Harga (X2) OTP (X3) terhadap variabel terikat Keputusan memilih (Y).
Instrumen penelitian yang dipakai adalah kuesioner, pembobotan nilai pernyataan menggunakan skala Likert 1 sampai dengan 5. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan pada 30 orang responden, sedangkan untuk teknik analisis menggunakan model regresi dengan  sampel penelitian berdasarkan rumus slovin sebanyak 89 orang. Dari hasil analisis didapat model persamaan regresi sebagai berikut :
Ŷ   =  -8,438 + 0,277 X1 + 0,275 X2  + 0,551 X3,  terlihat semua variabel memberikan pengaruh yang positif. Hasil penelitian mengatakan bahwa, secara parsial kualitas pelayanan memberikan pengaruh paling dominan yaitu sebesar 62,57% dalam memilih perusahaan penerbangan dibandingkan dengan variable lainnya yaitu harga memberikan pengaruh sebesar 34,81% dan variable OTP sebesar 45,16%.
Kepada pengambil kebijakan agar memperhatikan kualitas pelayanan yang sudah ada saat ini,   untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan dan memberikan pelatihan-pelatihan kepada  para awak kabin agar  dapat memberikan layanan yang terbaik kepada penumpang sehingga  lebih menarik perhatian para penumpang sehingga timbul minat beli yang lebih dari penumpang. Kata Kunci :  Kualitas pelayanan, Harga, OTP, Keputusan memilih

    II.            Metode Penelitian
Berdasarkan tujuannya, penelitian ini bersifat deskriptif dan verifikatif. Zikmund (2003:55) mendefinisikan penelitian deskripsi sebagai, Penelitian yang bertujuan untuk menguraikan/mendeskripsikan karakteristik dari suatu populasi atau fenomena tertentu. Penelitian deskriptif menjawab pertanyaan siapa, apa, kapan, dimana, dan bagaimana tentang populasi atau fenomena tertentu tersebut. Sementara itu, Uma Sekaran (2006:121-122) menyatakan bahwa penelitian deskriptif adalah “Penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan tentang variabel-variabel penelitian dalam situasi tertentu”.Dimana dalam penelitian ini yang ingin diperoleh adalah gambaran atau deskriptif tentang hubungan kualitas pelayanan, harga dan ketepatan waktu berangkat dengan keputusan pemilihan perusahaan penerbangan.
Penelitian verifikatif atau penelitian kausalitas Zikmund (2003:56) dan Uma Sekaran (2006:126) menjelaskan bahwa penelitian kausalitas adalah penelitian yang menjelaskan hubungan cause-and-effect antar variabel peneltian
Mengingat kedua jenis penelitian ini, yaitu deskriptif dan verifikatif, dilaksanakan melalui pengumpulan data di lapangan, maka metode penelitian yang digunakan adalah metode descriptive survey dan metode explanatory survey.  Dimana dalam penelitian ini akan dilakukan penggambaran karakteristik dan penggalian yang lebih mendalam atau pengeksploitasian data atau informasi yang berhubungan dengan objek penelitian.
 III.            Manfaat
Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat berguna untuk :
a. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi PT Garuda Indonesia dan PT. Sriwijaya untuk memperoleh informasi faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan pembelian, sehingga bisa digunakan sebagai pertimbangan dan masukan dalam menentukan kebijakan strategi pemasaran perusahaan yang efektif.
b. Manfaat penelitian ini bagi peneliti sendiri diharapkan dapat menambah pengetahuan ilmiah dan pengalaman praktis tentang bagaimana melihat faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan.
c. Bagi institusi pendidikan, penelitian ini memiliki manfaat sebagai bahan pustaka dan pembanding untuk penelitian selanjutnya
 IV.            Hasil
Hasil penelitian dan pembahasan ini terdiri dari analisis deskriptif dan kausal berdasarkan data primer.  Interaksi dari dua analisis selanjutnya kombinasikan dengan data sekunder dan dijadikan dasar untuk melakukan suatu analisa strategi dengan pelanggan jasa penerbangan dalam pemilihan perusahaan penerbangan di tengah persaingan global ini.

A.    Deskripsi Data

Analisis ini dilakukan berdasarkan hasil tabulasi kuesioner penelitian melalui perhitungan alat analisis statistik deduktif secara sederhana, yaitu dalam bentuk rata-rata nilai dan prosentase (%) dengan menggunakan Microsoft Excel. Tujuan dari analisis ini adalah untuk mendapatkan deskripsi tentang profil pelanggan dalam memilih perusahaan penerbangan.
Untuk menunjang penelitian, penulis menyebar kuesioner kepada 89 pelanggan yaitu sebanyak sampel yang dianggap sudah memenuhi persyaratan sampel ideal berdasarkan rumus slovin dengan tingkat eror 10%. Pemakai jasa penerbangan yang dipilih sebagai responden adalah calon penumpang pesawat Garuda Indonesia dan Sriwijaya pada hari tersebut dengan 2 (dua) waktu pemberangkatan yang berbeda dan pernah melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat yang sama paling tidak satu kali dalam jangka waktu setahun terakhir.
Dilihat dari Karakteristik responden dari pengolahan data 89 orang  responden yang dijadikan sample. Analisis deskriptif karakteristik responden terdiri dari diagram dan tabel yang berisi tentang jenis kelamin , usia, pekerjaan, frekuensi melakukan penerbangan per tahun dan pendapatan perbulan. Karakteristik data diolah berdasarkan data-data kuesioner, secara lengkap dapat dilihat sebagai berikut :
1.      Jenis kelamin
Sebaran responden dilihat dari jenis kelamin  dapat dilihat pada Tabel
Karakteristik Responden dilihat dari Jenis kelamin
No
Jenis kelamin
Frekuensi
Prosentase (%)
1
Laki laki
52
58,43
2
Perempuan
37
51,47
Jumlah
89
100
Sumber : Hasil pengolahan Data Primer



Jumlah responden terbanyak adalah berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 52 orang sebesar 58,43% dan jumlah responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 37 orang atau 51,47 %. Dari data ini menunjukan bahwa jumlah pemakai jasa pesawat Garuda dan Sriwijaya mayoritas berjenis kelamin laki-laki.  Lebih jelas digambarkan melalui grafik sebagai berikut :

Sumber : Hasil pengolahan Data Primer
Diagram Gafik jumlah responden dilihat dari jenis kelamin
2.      Usia
Sebaran responden dilihat dari usia dapat dilihat pada Tabel 15.
Karakteristik Responden dilihat dari usia
No
Umur
Frekuensi
Prosentase (%)
1
≤ 30 th
28
31,46
2
> 30 th
61
68,54
Jumlah
89
100
Sumber : Hasil pengolahan Data Primer

Jumlah responden terbanyak adalah yang berusia antara  >30 tahun yaitu sebanyak 61 orang sebesar 68,54% dan jumlah responden yang berusia ≤ 30 tahun adalah sebanyak 28 orang atau 31,46 %.  Dari data ini menunjukan bahwa jumlah pemakai jasa pesawat Garuda dan Srtiwijaya  mayoritas berumur antara >30 tahun.  Lebih jelas digambarkan melalui grafik sebagai berikut :



Sumber : Hasil pengolahan Data Primer
Diagram Grafik Umur Responden (dalam %)
3.      Pekerjaan Anda
Sebaran responden dilihat dari jenis pekerjaan dapat dilihat pada Tabel 4.3.
Karakteristik Responden dilihat dari Jenis pekerjaan
No
Jenis pekerjaan
Frekuensi
Prosentase (%)
1
Mahasiswa/pelajar
8
8.99
2
Wira usaha
36
40.45
3
Ibu Rumah Tangga
5
5.62
4
PNS
12
13.48
5
Pegawai Swasta
28
31.46
Jumlah
89
100
Sumber : Hasil pengolahan Data Primer
Jumlah responden terbanyak adalah yang memiliki pekerjaan sebagai Wirausaha  yaitu sebanyak 36 orang sebesar 40,45 % dan jumlah responden sebagai mahasiswa 8 orang atau 8,99%, sebagai ibu rumah tangga 5 orang atau 5,62%, PNS 12 orang atau 13,48% dan Pegawai swasta 28 orang atau 31,46%.  Dari data ini menunjukan bahwa jumlah responden mayoritas memiliki pekerjaan sebagai wirausaha.  Lebih jelas digambarkan melalui grafik sebagai berikut :



Sumber : Hasil pengolahan Data Primer

Diagram Gafik jumlah responden dilihat dari Jenis pekerjaan

4.      Frekuensi melakukan penerbangan per tahun
Sebaran responden dilihat dari Frekuensi melakukan penerbangan per tahun  dapat dilihat pada Tabel 4.4.
Karakteristik Responden dilihat dari Frekuensi melakukan penerbangan per tahun
No
Frekwensi melakukan penerbangan
Frekuensi
Prosentase (%)
1
1 -  5 kali
19
21,35
2
6 – 10  kali
32
35,96
3
>10 kali
38
42,70
Jumlah
89
100
Sumber : Hasil pengolahan Data Primer
Jumlah responden terbanyak adalah yang frekwensi melakukan penerbangan > 10 kali yaitu sebanyak 38 orang atau sebesar 42,70 % dan jumlah responden yang frekwensi melakukan penerbangan 6 – 10 kali  sebanyak 32 orang atau 35,96 %, sedangkan yang frekwensi melakukan penerbangan 1 – 5 kali sebanyak 19 orang atau 21,35 % .  Dari data ini menunjukan bahwa jumlah responden dengan frekwensi melakukan penerbangan mayoritas > 10 kali.  Lebih jelas digambarkan melalui grafik sebagai berikut:



Sumber : Hasil pengolahan Data Primer
Diagram Gafik jumlah responden dilihat dari frekwensi melakukan penerbangan
     V.            Sistematika Penulisan
Sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam penyusunan laporan penelitian, terbagi dalam lima bab yang disusun secara sistematis.  Adapun penulisan laporan penelitian (Tesis) secara garis besarnya adalah sebagai berikut :

Bab I  Pendahuluaan
Dalam Bab ini penulis menerangkan mengenai latar belakang masalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, kegunaan penelitian dan sistematika penulisan.
Bab II  Definisi, Kerangka Teoritik dan Perumusan Hipotesis
Terdiri dari Definisi, Kerangkai teoritik dan Perumusan Hipotesis.  Pada Bab ini diuraikan tentang definisi dari setiap variabel yaitu kualitas pelayanan, harga, kinerja ketepatan waktu berangkat dan keputusan memilih  perusahaan penerbangan, penelitian terdahulu yang relevan, kerangka pemikiran dan rumusan hipotesis penelitian
BAB III  Metodologi Penelitian
Dalam bab ini terdiri dari tujuan penelitian, tempat dan waktu penelitian, metode penelitian, populasi dan sampel, instrumen penelitian, teknik analisis data dan hipotesis Statistik.
BAB IV  Hasil penelitian dan Pembahasan
Terdiri dari deskriptif data, temuan hasil penelitian dan Pengujian hipotesis, pembahasan dan keterbatasan penelitian
BAB V  Kesimpulan dan Rekomendasi
Berisi tentang kesimpulan dan rekomendasi





Disertasi
Judul:
KEKUATAN MEMAKSA DALAM PEMASARAN RELASIONAL DAN DAMPAKNYA PADA STRATEGIC MARKETING OUTCOMES

Identitas Peneliti :
Nama : Alimuddin Rizal Riva’i
NIM   : C5B004003
Universitas Diponegoro

       I.            Abstrak

Studi ini tentang hubungan antar organisasi (inter-firm relationship) yang
berbasis pada teori-teori relationship marketing, yang memadukan antara
pendekatan keperilakuan dan strategik. Hal ini yang membedakan dengan studistudi
sebelumnya. Oleh karena itu, model teoretikal dasar yang dibangun
diarahkan pada, bagaimana organisasi mencapai strategic marketing outcomes:
kinerja pemasaran, keunggulan posisional bersaing, dan sinergitas berdasarkan
nilai-nilai hubungan jangka panjang yang diperoleh dari interaksi relasional dan
power mode selama menjalin kerjasama pemasaran.
Kiblat pemasaran relasional adalah Market Based Views, yaitu pandangan
strategik yang berbasis pada lingkungan perusahaan, dimana lingkungan
dipandang sebagai situasi yang dapat mempengaruhi arah strategis perusahaan.
Orientasi strategik berbasis pasar dapat menciptakan nilai perusahaan melalui
market power. Market power yang besar dapat dicapai melalui kerjasama yang
intens dengan organisasi lain, sehingga perusahaan memiliki networking luas dan
kuat. Salah satu teori yang berbasis pasar (market based) adalah teori interaksi
sosial (social exchange theory), dalam studi ini difokuskan pada teori yang
dibangun oleh Morgan dan Hunt (1994) yaitu the commitment-trust theory.

Morgan dan Hunt (1994) menjelaskan bahwa kepercayaan merupakan dasar untuk
membangun kerjasama dan komitmen relasional adalah key mediating variable
antara kepercayaan dan kerjasama. Selanjutnya, para ahli pemasaran menyatakan
bahwa luaran (outcomes) dari pemasaran relasional adalah terciptanya nilai-nilai
hubungan jangka panjang (value of lifetime relationship): loyalitas (loyalty),
keeratan hubungan (strong relationship) dan pesan berantai/komunikasi positif
(positive word of mouth communication).

Model teoretikal dasar dalam studi ini dibangun pula atas dasar teori
power-dependence, dimana kekuatan/kekuasaan (power) dan ketergantungan
(dependency) merupakan dasar penting membangun kerjasama antar organisasi
(Alderson, 1958; Dahl, 1956; Emerson, 1968; El-Asyari dan Stern, 1972;
Frazier,1996, 1999, Hermans & Shanahan, 2003; Doherthy dan Quinn, 1999;
Doherthy dan Alexander, 2006). Basis teori ini adalah resources based view, yang
berpandangan bahwa organisasi adalah sekumpulan sumberdaya dan kemampuan
yang merupakan aset strategis bagi organisasi, dimana aset strategis yang dimiliki
perusahaan tersebut diposisikan sebagai sumber kekuatan/kekuasaan (power).

Para ahli ini menjelaskan sumber kekuasaan tersebut akan bermanfaat apabila
dieksekusi saat interaksi (power mode), Power yang menghasilkan suatu yang
fantastis/luar biasa adalah coercive power, meskipun dapat pula menuai konflik.
Oleh karena itu, model teoretikal dalam studi ini memposisikan
kekuatan/kekuasaan memaksa dan perilaku-perilaku positif dalam interaksi
relasional sebagai fondasi untuk membangun kerjasama pemasaran yang intens,
mencapai nilai-nilai hubngan jangka panjang dan hasil-hasil pemasaran strategis.
Jadi, secara teoretis studi ini akan memadukan teori-teori keperilakuan
dalam pemasaran relasional dengan teori-teori yang mendasari konsep-konsep
strategik dalam organisasi bisnis dan pemasaran. Teori-teori dasar yang digunakan
dalam studi ini adalah, market based view, social exchange theory (commitmenttrust
theory), resources based view dan power-dependence theory.

    II.            Manfaat Penelitian

 Manfaat Teoretis, adalah:

1. Untuk memberikan sumbangan pemikiran dan pengayaan teori-teori
dalam lingkup market based view dan resources based view, tentang: teori
pertukaran sosial (social exchange theory): perilaku pertukaran relasional
(relational exchange behavior), kepercayaan-komitmen relasional (the
commitment-trust theory); dan teori kekuatan/kekuasaan (power theory)
dalam pemasaran relasional (relationship marketing).

2. Sebagai wahana pengayaan teoretikal dan konseptual dalam ilmu
manajemen pemasaran strategik yang berkaitan dengan hubungan antar
organisasi (inter-organizational/firm relationship) dalam konteks modal
sosial dan hasil-hasil pemasaran strategik (strategic marketing outcomes),
berupa: sinergitas kerjasama (co-operation synergy), keunggulan
posisional bersaing (competitive positional advantage) dan kinerja
pemasaran (marketing performance).
Manfaat Praktis, adalah:

1. Sebagai bahan leteratur bagi praktisi untuk memilih apa yang dapat
dikembangkan dalam melakukan kerjasama dengan pihak-pihak yang
berkepentingan, khususnya dalam konteks pertukaran relasional untuk
menjalankan hubungan antar perusahaan/organisasi.

2. Sebagai bahan untuk memahami, bagaimana kekuatan/kekuasaan
memaksa (coercive power), kepercayaan (trust), komitmen relasional
(relational commitment) dapat digunakan untuk menjalin hubungan
kerjasama (cooperation), dan menciptakan, membangun, memelihara dan
mempertahankan hubungan jangka panjang, menciptakan sinergitas
kerjasama dengan pemangku kepentingan untuk meraih keunggulan
posisional bersaing dan mencapai kinerja pemasaran yang optimal.

3. Sebagai bahan leteratur bagi praktisi untuk membuat kebijakan-kebijakan
yang berkaitan dengan strategi kerjasama dengan pendekatan manajemen
pemasaran strategik dan perilaku sosial.

 III.            Sistematika Penulisan Disertasi
Sistematika atau lingkup disertasi ini terdiri dari 5 (lima) bagian/bab,
yaitu :

Bab I, Pendahuluan, menjelaskan latar belakang masalah, fenomena
bisnis pariwisata di Indonesia, research gap, masalah dan masalah penelitian,
pertanyaan penelitian, orisinilitas, tujuan dan manfaat penelitian, justifikasi
penelitian, serta sistematika penulisan disertasi.
Bab II, Telaah pustaka dan pengembangan model: menjelaskan telaah
pustaka untuk mendukung pengembangan model teoretik dan empirik, yaitu :
teori-teori kekuatan/kekuasaan, pemasaran relasional (kepercayaan, komitmen
relasional, kerjasama, nilai hubungan jangka panjang), dan strategic marketing
outcomes: sinergitas kerjasama, keunggulan posisional bersaing dan kinerja
pemasaran.
Bab III, Metoda penelitian, berisikan metoda penelitian yang digunakan
berkisar tentang: jenis penelitian, populasi dan sampel, metoda pengumpulan data,
definisi konsep dan operasional, skala pengukuran, variabel dan indikator, serta
teknik analisis.
Bab IV, Analisis data, menjelaskan tentang: deskripsi responden dan
variabel, proses dan hasil analisis data, pengujian hipotesis, analisis pengaruh
langsung dan tidak langsung, dan apresiasi responden berdasarkan gender.
Bab V, Kesimpulan dan Implikasi yang menjelaskan: kesimpulan issu
dan masalah penelitian; implikasi: teoretis, manajerial, kebijakan publik;
keterbatasan penelitian dan agenda penelitian mendatang.

  IV.            Hasil
Secara empiris, hasil studi ini mendukung studi Sharif, et al (2005) yang
membuktikan bahwa penggunaan kekuatan memaksa (coercive power) tidaklah
akan mempengaruhi kepercayaan antar pihak yang bekerjasama, baik menurunkan
tingkat kepercayaan maupun menguatkan. Hasil ini sejalan pula dengan studi
Gaski and Nevin (1985) dan Frazier (1999) bahwa kekuatan memaksa akan
memudahkan kedua belah pihak untuk menjalankan kerjasama, dan kerjasama
tersebut dapat dikendalikan oleh masing-masing pihak. Frazier (1999)
menjelaskan pula bahwa kerjasama dibangun karena adanya kekuatan untuk
mengendalikan kerjasama tersebut dan perilaku saling percaya diantara pihak
yang bekerjasama. Dengan demikian kepercayaan dan kekuatan/kekuasaan
memaksa (kemampuan mendesak) dalam studi ini merupakan dasar bagi
organisasi bisnis pariwisata dalam menjalin hubungan pemasaran. Oleh karena itu,
studi ini tidak mendukung studi yang dikemukakan oleh Morgan and Hunt (1994)
bahwa coercive power merupakan perilaku oportunis yang akan merusak
kepercayaan.
Secara teoretis, tidak terbuktinya pengaruh variabel kekuatan memaksa
terhadap variabel kepercayaan para pelaku bisnis pariwisata ini, maka hasil studi
ini tidak mendukung kajian teoretis yang dilakukan oleh Dahl (1957) dan lebih
mendukung kajian teoretis yang dibangun oleh Emerson (1962). Emerson (1962)
menjelaskan bahwa kekuatan/kekuasaan bukan melekat pada pelaku tetapi pada
pertukaran relasional itu sendiri. Kekuatan/kekuasaan digunakan dalam
pertukaran relasional untuk mengendalikan agar kerjasama tidak keluar dari
kesepakatan-kesepakatan kerjasama, sehingga kerjasama tersebut dapat
terkendali. Jadi, Emerson (1962) mengisyaratkan bahwa kekuatan/kekuasaan
memaksa yang digunakan tidak serta merta menghapuskan saling percaya diantara
pelaku organisasi, karena kekuatan memaksa dan kepercayaan adalah dua hal
yang dapat digunakan oleh organisasi dalam membangun kerjasama antar
organisasi. Jadi, tidak signifikannya hipotesis satu ini membuktikan bahwa pelaku
organisasi menggunakan kekuatannya mendesak pihak lain untuk mencapai
tujuan-tujuan kerjasama yang telah ditetapkan dan kekuatan memaksa digunakan
untuk mengendalikan pertukaran relasional tersebut agar dapat mencapai hasil
optimal.